Ekonomi Inggris Tertekan Akibat Skenario Brexit

London: Pemerintah Inggris mengeluarkan laporan perkiraan ekonomi yang menunjukkan Inggris dapat melihat penurunan sebanyak 3,9 persen dalam Produk Domestik Bruto (PDB) selama 15 tahun mendatang. Kondisi itu bisa terjadi di bawah rencana Brexit atau keputusan keluar dari Uni Eropa oleh Perdana Menteri Theresa May.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 1 Desember 2018, laporan sebanyak 83 halaman yang diproduksi bersama oleh berbagai departemen di seluruh Pemerintah Inggris termasuk Departemen Keuangan memodelkan beberapa hasil Brexit yang berbeda, dan membandingkannya dengan pertumbuhan PDB saat ini.

Pemerintah tidak memberikan secara rinci berapa besar biaya yang dikeluarkan dari jenis Brexit ini, tetapi media Inggris melaporkan para ahli memperkirakan kondisi itu akan memiliki efek debit tahunan sebesar 100 miliar pound (USD128,3 miliar) selama 15 tahun dari sekarang.

Dalam hal hasil terburuk, No Deal Brexit, yang akan terjadi jika Inggris dan Uni Eropa tidak mendukung kesepakatan yang dicapai antara May dan Uni Eropa, adalah PDB Inggris akan turun sebanyak 9,3 persen dalam waktu 15 tahun daripada jika Inggris tetap di Uni Eropa.

Beberapa hasil Brexit dimodelkan dalam laporan pemerintah. Laporan itu mengatakan di bawah kesepakatan gaya Kanada, Inggris akan 4,9 persen lebih buruk dari yang tersisa di Uni Eropa. Sementara hasil Brexit yang paling menguntungkan terlihat jika Inggris memiliki perdagangan yang sehat dan menjaga pergerakan orang secara bebas.

Model terakhir itu memperlihatkan bahwa ekonomi Inggris hanya terpukul sebanyak 1,4 persens. Jika Inggris mempertahankan perdagangan tanpa gesekan tetapi membatasi pergerakan bebas orang, akan ada penurunan ekonomi sebanyak 2,5 persen.

(ABD)