Penguatan USD Hantam Dua Mata Uang Utama

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) mencapai tingkat tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena investor meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga the Fed, serta risiko-risiko politik di Eropa memberikan tekanan terhadap euro dan pound.

Mengutip Antara, Selasa, 13 November 2018, ketakutan tentang tidak adanya kesepakatan Brexit dan meningkatnya keretakan di Eropa atas anggaran Italia juga telah mendorong USD menguat. Greenback pulih kembali sejak the Fed mengindikasikan bahwa pihaknya akan menaikkan suku bunga pinjaman lebih lanjut karena ekspansi ekonomi AS tetap di jalurnya.

“Meningkatnya ketidakpastian global dan perbedaan imbal hasil AS yang melebar dengan negara lain memberikan dukungan, tetapi valuasi yang tinggi dapat membatasi keuntungan lebih lanjut,” kata Kepala Strategi Investasi Global BlackRock Richard Turnill.

Sebuah indeks yang melacak USD terhadap euro, yen, poundsterling dan tiga mata uang lainnya naik 0,64 persen menjadi 97,527. Indeks ini mencapai 97.578 pada Senin pagi, yang merupakan tertinggi sejak Juni 2017. Kenaikan indeks USD dibatasi oleh aksi jual tajam di Wall Street di mana S&P 500 kehilangan 1,21 persen.

Perdagangan AS diredam oleh liburan Hari Veteran AS. Sementara Wall Street dan pasar mata uang dibuka untuk bisnis, pasar obligasi AS ditutup. Poundsterling jatuh karena meningkatnya keraguan atas kemampuan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk mendapatkan dukungan dari Uni Eropa dan partainya sendiri untuk setiap kesepakatan Brexit.

Dengan kurang dari lima bulan sebelum Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019, negosiasi masih terhenti tentang bagaimana mencegah kembalinya ke perbatasan keras antara Irlandia Utara yang dikuasai Inggris dan Irlandia anggota Uni Eropa.

Poundsterling turun 0,98 persen pada USD1,2852 dan euro sedikit lebih rendah terhadap pound di 87,455 pence. Euro terpukul mundur oleh kekhawatiran tentang ketegangan Roma dengan Komisi Eropa atas anggaran Italia 2019 dan kelemahan di sektor perbankan Italia.

(ABD)