Dolar AS Masih Bertahan di Zona Hijau

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) naik tipis terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kenaikan tipis itu karena investor tetap berhati-hati tentang hasil yang akan datang dari pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, Rabu, 7 November 2018, pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,1412 dari USD1,1417 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3093 dari USD1,3048 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7215 dibandingkan dengan USD0,7216.

Sementara itu, USD dibeli 113,39 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 113,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 1,0032 franc Swiss dibandingkan dengan 1,0039 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3139 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3108 dolar Kanada.

Investor terus mencermati apakah Demokrat akan mencengkeram kembali kendali Dewan Perwakilan AS dan Republik akan memegang mayoritas Senat. Para analis percaya bahwa Kongres AS yang terpecah akan merusak nilai USD untuk jangka pendek.

Greenback baru-baru ini telah didorong oleh laporan pekerjaan yang kuat pada Jumat 2 November, yang mencatat kenaikan tajam dalam lapangan pekerjaan dan pendapatan rata-rata, serta tingkat pengangguran yang tidak berubah.

Investor tetap positif bahwa data pekerjaan yang cerah akan mendorong Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga acuan lagi pada Desember, yang pada gilirannya akan menambah nilai USD di pasar global.

(ABD)