JP Morgan Turunkan Peringkat Saham Tiongkok

New York: JP Morgan semakin kurang optimistis tentang konflik perdagangan yang tengah terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Bahkan, JP Morgan menurunkan peringkatnya untuk saham Tiongkok menjadi netral dari sebelumnya berlebih seraya memprediksi perang dagang yang meningkat akan memengaruhi ekonomi Tiongkok di 2019.

“Perang dagang besar-besaran menjadi skenario kasus dasar baru kami untuk 2019. Tidak ada tanda yang jelas untuk mengurangi konfrontasi antara Tiongkok dan AS dalam waktu dekat,” kata Strategi Pasar Berkembang JP Morgan Pedro Martins Junior, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow sebelumnya mengatakan diskusi dengan Tiongkok tentang perdagangan tidak mengalami kemajuan. Tarif terbaru Gedung Putih sebesar 10 persen pada impor senilai USD200 miliar dari Tiongkok mulai berlaku minggu lalu. Trump mengatakan tarif akan naik menjadi 25 persen pada 1 Januari 2019.

Martins Junior mengatakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok bisa terkena dampak negatif sebesar satu poin persentase dari putaran terakhir tarif yang diumumkan, dengan asumsi tidak mengambil tindakan pencegahan. Tentu ada harapan agar kondisi perang dagang bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.

“Tarif lebih tinggi meremas marjin keuntungan manufaktur Tiongkok dan mengurangi insentif investasi dan perekrutan yang kemudian akan menyeret pada konsumsi melalui pengurangan pendapatan,” tutur Martins Junior.

Sebelumnya, Larry Kudlow mengatakan, diskusi dengan Tiongkok tentang perdagangan tidak mengalami kemajuan. Hal itu berbeda dengan kesepakatan perdagangan baru yang dibuat oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

“Ini pesan penting ke Tiongkok, di mana kami mencoba bernegosiasi tentang perdagangan termasuk Amerika Utara bersama-sama,” kata Kudlow.

Bahkan, Kudlow mengungkapkan, kesepakatan dengan negara Asia itu tidak dekat. “Tidak ada yang akan terjadi di Tiongkok. Saya pikir ada diskusi yang sedang berlangsung. Tidak, saya tidak akan mengatakan itu sudah dekat (kesepakatan perdagangan antara AS dengan Tiongkok),” pungkasnya.

(ABD)