USD Perkasa di Tengah Rilis Data Ekonomi

New York: Dolar Amerika Serikat (USD) meningkat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna rilis data ekonomi. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik sebanyak 0,26 persen menjadi 95,1339 pada akhir perdagangan.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 29 September 2018, pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1610 dibandingkan dengan USD1,1658 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3039 dibandingkan dengan USD1,3087 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7223 dari USD0,7210.

Sementara itu, USD membeli 113,57 yen Jepang atau lebih tinggi dari 113,42 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian naik menjadi 0,9792 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9775 franc Swiss, dan merosot ke 1,2921 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3039 dolar Kanada.

Sentimen konsumen AS mencapai angka tiga digit untuk ketiga kalinya sejak Januari 2004, menurut survei bulanan Universitas Michigan terhadap konsumen. Indeks mencapai level 100,1 dalam pembacaan akhir September atau berada di bawah perkiraan para ekonom yang disurvei yakni di bawah level 100,8.

Sementara itu, pendapatan pribadi AS meningkat USD60,3 miliar atau 0,3 persen pada Agustus. Sedangkan belanja konsumsi pribadi (PCE) meningkat sebanyak USD46,4 miliar atau 0,3 persen, Departemen Perdagangan AS mengatakan. Investor juga terus mencerna keputusan terbaru Federal Reserve tentang kebijakan moneter AS.

“Inflasi inti PCE bertahan pada dua persen, tetapi itu siap untuk bergerak turun dalam waktu singkat. Jika ya, FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) akan merasa lebih sulit untuk membenarkan kenaikan suku bunga, terutama jika kurva sepenuhnya datar atau bahkan terbalik,” kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.

(ABD)