IMF Naikkan Paket Bailout Argentina hingga USD57,1 Miliar

Buenos Aires: Argentina dan Dana Moneter Internasional atau Internatioal Monetary Fund (IMF) mengumumkan akan meningkatkan bantuan keuangannya dari USD7,1 miliar menjadi sebesar USD57,1 miliar. Perjanjian ini diharapkan mendukung kesehatan perekonomian Argentina di masa mendatang.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 29 September 2018, pengumuman ini dibuat oleh Managing Director IMF Christine Lagarde dan Menteri Keuangan Argentina Nicolas Dujovne di New York. Lagarde menegaskan IMF memberikan dukungan untuk kebijakan ekonomi dan moneter Argentina.

Selain itu, dia juga menyatakan komitmen organisasi moneter untuk membantu negara menghadapi tantangan keuangan baru. Setelah dua minggu negosiasi, Argentina dan IMF menyetujui persyaratan baru dalam pencairan paket pendanaan USD50 miliar pertama sehingga negara di Amerika Selatan itu dapat memenuhi kewajiban keuangannya untuk 2019.

Hingga akhir 2018, Argentina akan menerima pembayaran USD13,4 miliar yang ditambahkan ke USD15 miliar dan diterima pada Juni. Pada 2019 Argentina akan dapat mengakses bagian dengan total USD22,8 miliar.

Sebelumnya, beberapa intervensi oleh Bank Sentral Argentina (BCRA) untuk menopang mata uang nasionalnya yang melemah telah berhasil mendorong peso menguat. Dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan pada 37,90 peso di akhir perdagangan, menurut kurs yang dicatat oleh perusahaan milik negara Banco Nacion.

Pekan lalu, pemerintah mengeluarkan lebih banyak surat utang dalam bentuk surat utang jangka pendek ketika bank menjual cadangannya. Langkah tersebut memungkinkan peso memperoleh kembali nilai mata uangnya lebih dari enam persen.

Argentina telah meminta International Monetary Fund untuk mempercepat pencairan pinjaman USD50 miliar yang diberikan negara itu awal tahun ini. Pemerintahan Presiden Mauricio Macri menginginkan pembayaran yang dijadwalkan untuk 2020 dan 2021 dipercepat menjadi 2019.

(ABD)