Bursa Saham Inggris Anjlok 0,47%

London: Bursa saham Inggris turun pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 turun 0,47 persen atau 35,24 poin menjadi ditutup pada 7.510,20 poin. Pemerintah Inggris terus berupaya memacu pertumbuhan ekonomi termasuk menjaga agar gerak pasar saham terus membaik dari waktu ke waktu.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 29 September 2018, Randgold Resources, sebuah bisnis penambangan emas, melambung 3,61 persen dan menjadi pemenang teratas dari saham unggulan. Micro Focus International dan Next meningkat masing-masing 3,10 persen dan 3,04 persen.

Sementara itu, RSA Insurance Group, perusahaan asuransi umum multinasional, adalah pemain terburuk dalam saham unggulan dengan sahamnya turun 9,31 persen. Melrose Industries, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam membeli dan meningkatkan bisnis yang berkinerja buruk, turun 3,24 persen. Paddy Power Betfair jatuh 3,13 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 18,38 poin atau 0,07 persen menjadi 26.458,31. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 0,02 poin ke 2.913,98. Indeks Nasdaq Composite naik 4,38 poin atau 0,05 persen menjadi 8.046,35.

Sentimen konsumen AS mencapai angka tiga digit untuk ketiga kalinya sejak Januari 2004, menurut survei bulanan Universitas Michigan terhadap konsumen. Indeks mencapai level 100,1 dalam pembacaan akhir September atau berada di bawah perkiraan para ekonom yang disurvei yakni di bawah level 100,8.

Sementara itu, pendapatan pribadi AS meningkat USD60,3 miliar atau 0,3 persen pada Agustus. Sedangkan belanja konsumsi pribadi (PCE) meningkat sebanyak USD46,4 miliar atau 0,3 persen, Departemen Perdagangan AS mengatakan. Investor juga terus mencerna keputusan terbaru Federal Reserve tentang kebijakan moneter AS.

The Fed sebelumnya memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase, kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015. Keputusan yang diambil the Fed sejalan dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat.

(ABD)