Indeks Acuan Inggris Melompat 0,45%

London: Bursa saham Inggris naik pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 naik 0,45 persen atau 33,95 poin menjadi ditutup pada 7.545,44 poin. Sejauh ini, Pemerintah Inggris terus berupaya melaksanakan kebijakan Brexit atau keputusan keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Mengutip Xinhua, Jumat, 28 September 2018, Centrica, perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris, melonjak 2,85 persen, pemenang teratas dari saham unggulan. Pearson dan Ocado Group meningkat masing-masing tumbuh sebanyak 2,82 persen dan 2,70 persen.

Karnaval, operator pelayaran, adalah pemain terburuk dalam saham unggulan, dengan sahamnya kehilangan 5,17 persen. DCC, grup penjualan, pemasaran dan layanan dukungan internasional, turun 4,24 persen. Fresnillo, perusahaan tambang logam mulia, turun 2,92 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,65 poin atau 0,21 persen menjadi 26.439,93. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 8,03 poin atau 0,28 persen menjadi 2.914,00. Indeks Nasdaq Composite naik 51,60 poin, atau 0,65 persen, menjadi 8.041,97.

The Fed pada Rabu waktu setempat menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase, kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015. Kenaikan sukuĀ  bunga acuan dilakukan the Fed sejalan dengan kian kuatnya perekonomian Amerika Serikat.

“Mengingat kondisi pasar kerja dan inflasi yang direalisasikan dan diharapkan, Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market) memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk tingkat dana federal,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan dua hari.

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS telah terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang kuat, dengan belanja rumah tangga dan investasi tetap tumbuh secara kuat. Bahkan, the Fed menilai inflasi inti untuk barang-barang selain makanan dan energi tetap dekat dengan target bank sentral sebesar dua persen.

(ABD)