Harga Minyak Melonjak Usai OPEC Pertahankan Tingkat Produksi

New York: Harga minyak dunia mencatat kenaikan kuat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena produsen-produsen minyak utama menolak berkomitmen meningkatkan tambahan produksi minyak mentah guna mengatasi gangguan pasokan.

Mengutip Antara, Selasa, 25 September 2018, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik sebanyak USD1,30 menjadi USD72,08 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah USD2,40 menjadi berakhir di USD81,20 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh tingkat USD81,39 atau tertinggi sejak November 2014.

Pertemuan Komite Pemantau Bersama Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan non-OPEC (JMMC) di Aljazair, memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi minyak saat ini, di tengah desakan dari AS untuk meningkatkan produksi minyak dalam upaya untuk mengekang harga-harga yang meningkat.

Pemimpin OPEC Arab Saudi dan produsen minyak terbesar lainnya di luar kelompok itu, Rusia, secara efektif menolak permintaan Trump untuk bergerak mendinginkan pasar. “Tidak ada kesepakatan untuk meningkatkan produksi, dan harga minyak pada USD80 per barel akan lebih baik bagi produsen dan konsumen,” kata Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih.

“Saya tidak memengaruhi harga,” tambahnya.

Trump mengatakan pekan lalu bahwa OPEC harus menurunkan harga, tetapi Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan bahwa OPEC tidak menanggapi permintaan Trump secara positif. Para analis mengatakan dorongan beli meningkat saat ini mungkin akan berlanjut hingga akhir tahun ini di tengah ancaman sanksi-sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.

“Pasar masih didorong oleh kekhawatiran tentang pasokan dari Iran dan Venezuela,” kata Direktur Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian, di Stamford.

(ABD)