Harga Minyak Dunia Berpeluang Tembus USD100/Barel

Singapura: Harga minyak bisa naik menuju USD100 per barel menjelang akhir tahun atau pada awal 2019. Hal itu karena sanksi yang diberikan kepada Iran mulai dilaksanakan secara penuh, kata pedagang komoditas, Trafigura dan Mercuria di Asia Pacific Petroleum Conference (APPEC) di Singapura.

Presiden Pedagang Komoditas Mercuria Energy Trading Daniel Jaeggi mengatakan hampir 2 juta barel per hari (bph) minyak mentah dapat dibawa keluar dari pasar sebagai akibat dari sanksi-sanksi AS terhadap Iran pada akhir kuartal keempat tahun ini. Hal itu membuat harga minyak mentah mungkin melonjak menjadi USD100 per barel.

“Kami berada di ambang beberapa gejolak signifikan pada kuartal keempat 2018 karena tergantung pada tingkat keparahan dan durasi sanksi-sanksi Iran di mana pasar sama sekali tidak memiliki respons penawaran yang memadai untuk hilangnya minyak 2 juta barel per hari dari pasar,” kata Jaeggi, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 25 September 2018.

Washington telah menerapkan sanksi-sanksi keuangan terhadap Iran dan berencana untuk menargetkan ekspor minyak negara itu mulai 4 November yang bertujuan menekan negara-negara lain untuk juga memotong impor minyak mentah Iran.

Sementara itu, Ketua Bersama Perdagangan Minyak Trafigura Ben Luckock menambahkan, harga minyak mentah bisa naik menjadi USD90 per barel pada Natal dan USD100 pada Tahun Baru karena pasar mengetat.

Harga minyak telah meningkat sejak awal 2017, ketika Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama dengan pemasok lain termasuk Rusia, mulai menahan produksi mereka untuk mengangkat nilai minyak mentah.

Gangguan yang tidak direncanakan dari Venezuela hingga Libya dan Nigeria semakin memperketat pasar ketika permintaan global mendekati 100 juta barel per hari untuk pertama kalinya. Ancaman gangguan serta pemotongan pasokan awal telah membantu mengangkat minyak mentah Brent berjangka ke hampir USD80 per barel bulan ini, level yang tidak terlihat sejak 2014.

(ABD)