Ekspektasi Pengetatan Kebijakan Moneter Picu USD Tergelincir

New York: Dolar Amerika Serikat (USD) tergelincir pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) pada peningkatan risk appetite dan ekspektasi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,66 persen menjadi 93,9145.

Adapun dalam manajemen risiko, risk appetite adalah tingkat risiko yang siap diterima oleh suatu organisasi. Batasan appetite risiko tidak mudah untuk didefinisikan karena setiap organisasi dapat menolerir berbagai tingkat risiko yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Mengutip Antara, Jumat, 21 September 2018, pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1775 dari USD1,1674 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3267 dari USD1,3145 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7290 dibandingkan dengan USD0,7265.

Sedangkan USD membeli 112,46 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 112,25 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9595 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9670 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2911 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2917 dolar Kanada.

USD turun sebanyak 0,9 persen terhadap euro dan pound Inggris, serta tertekan lebih dari 0,8 persen terhadap franc Swiss. Federal Reserve AS diperkirakan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan mendatang di Komite Pasar Terbuka Federal dari 25-26 September.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 251,22 poin atau 0,95 persen menjadi 26.656,98. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 22,80 poin atau 0,78 persen menjadi 2.930,75. Indeks Nasdaq Composite naik 78,19 poin atau 0,98 persen menjadi 8,028,23.

Indeks Dow Jones mencapai rekor tertinggi pertama sejak Januari dengan Caterpillar dan Intel di antara para pemenang. Saham kedua perusahaan naik lebih dari dua persen pada penutupan. Teknologi, bahan pokok konsumen dan material memimpin kenaikan dari 11 sektor utama S&P 500. Nasdaq teknologi berat kembali naik setelah sesi negatif sebelumnya.

(ABD)